Contoh soal cerita dengan menggunakan operasi hitung campuran

Hai, Sahabat Insan Pendidikan. Apakah Anda pernah merasa bingung ketika menghadapi soal matematika yang melibatkan operasi hitung campuran? Operasi hitung campuran adalah operasi yang menggunakan lebih dari satu jenis operasi hitung, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, atau pangkat. Operasi hitung campuran sering ditemukan dalam soal cerita yang menguji kemampuan kita untuk menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, banyak siswa yang kesulitan menyelesaikan soal cerita dengan operasi hitung campuran karena tidak tahu urutan atau aturan yang harus diikuti. Padahal, ada aturan sederhana yang bisa kita gunakan untuk menyelesaikan operasi hitung campuran dengan mudah dan cepat. Aturan ini disebut dengan aturan BODMAS atau BIDMAS.

Aturan BODMAS atau BIDMAS adalah singkatan dari Brackets (kurung), Orders (pangkat), Division (pembagian), Multiplication (perkalian), Addition (penjumlahan), dan Subtraction (pengurangan). Aturan ini menunjukkan urutan operasi hitung yang harus kita lakukan terlebih dahulu dalam operasi hitung campuran. Jadi, kita harus mulai dari operasi yang ada di dalam kurung, kemudian pangkat, pembagian, perkalian, penjumlahan, dan terakhir pengurangan. Jika ada lebih dari satu operasi dengan tingkat yang sama, maka kita harus mengikuti urutan dari kiri ke kanan.

Untuk lebih memahami aturan BODMAS atau BIDMAS ini, mari kita lihat 10 contoh soal cerita dengan operasi hitung campuran berikut ini:

  1. Sebuah toko buku menjual novel seharga Rp 50.000 per buku dan komik seharga Rp 25.000 per buku. Jika Andi membeli 3 novel dan 4 komik, berapa total uang yang harus dibayarnya?
  2. Sebuah kue ulang tahun berbentuk persegi panjang dengan panjang 40 cm dan lebar 30 cm. Jika kue tersebut dipotong menjadi 20 potong yang sama besar, berapa luas setiap potong kue?
  3. Sebuah mobil berjalan dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam. Jika mobil tersebut berangkat dari Jakarta pukul 08.00 dan tiba di Bandung pukul 11.00, berapa jarak antara Jakarta dan Bandung?
  4. Sebuah bak mandi berbentuk balok dengan panjang 2 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,5 m. Jika bak mandi tersebut diisi air hingga penuh dengan debit air 10 liter/menit, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bak mandi tersebut?
  5. Sebuah kotak berisi 12 pensil warna. Jika Rani mengambil 3 pensil warna secara acak dari kotak tersebut, berapa peluang dia mendapatkan pensil warna merah, biru, dan kuning?
  6. Sebuah segitiga siku-siku memiliki alas 12 cm dan tinggi 9 cm. Berapa panjang sisi miring dan luas segitiga tersebut?
  7. Sebuah tabungan berbunga majemuk dengan suku bunga 10% per tahun. Jika Rudi menabung Rp 1.000.000 di awal tahun pertama, berapa saldo tabungannya di akhir tahun kelima?
  8. Sebuah pabrik memproduksi sepatu dengan biaya tetap Rp 10.000.000 per bulan dan biaya variabel Rp 50.000 per pasang sepatu. Jika harga jual sepatu adalah Rp 100.000 per pasang, berapa banyak sepatu yang harus diproduksi dan dijual agar pabrik tersebut impas?
  9. Sebuah lingkaran memiliki jari-jari 14 cm. Berapa keliling dan luas lingkaran tersebut?
  10. Sebuah kelas terdiri dari 40 siswa, dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 3:2. Jika 10 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan tidak hadir, berapa persen kehadiran siswa kelas tersebut?

Berikut adalah jawaban dari soal cerita di atas:

  1. Total uang yang harus dibayarnya = (3 x 50.000) + (4 x 25.000) = 150.000 + 100.000 = Rp 250.000
  2. Luas setiap potong kue = (40 x 30) / 20 = 1200 / 20 = 60 cm2
  3. Jarak antara Jakarta dan Bandung = 60 x (11 – 8) = 60 x 3 = 180 km
  4. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bak mandi = (2 x 1 x 0,5 x 1000) / 10 = 100 / 10 = 10 menit
  5. Peluang mendapatkan pensil warna merah, biru, dan kuning = (1/12) x (1/11) x (1/10) = 1/1320
  6. Panjang sisi miring segitiga = √(122 + 92) = √(144 + 81) = √225 = 15 cm
    Luas segitiga = (1/2) x 12 x 9 = 6 x 9 = 54 cm2
  7. Saldo tabungan di akhir tahun kelima = Rp 1.000.000 x (1 + 0,1)5 = Rp 1.000.000 x (1,1)5 = Rp 1.000.000 x 1,61051 ≈ Rp 1.610.510
  8. Jumlah sepatu yang harus diproduksi dan dijual agar impas = biaya tetap / (harga jual – biaya variabel) = Rp 10.000.000 / (Rp 100.000 – Rp 50.000) = Rp 10.000.000 / Rp 50.000 = 200 pasang sepatu
  9. Keliling lingkaran = π x diameter = π x (2 x jari-jari) = π x (2 x 14) ≈ 87,96 cm
    Luas lingkaran = π x jari-jari2 = π x (14)2 ≈ 615,75 cm2
  10. Persen kehadiran siswa kelas tersebut = ((jumlah siswa yang hadir) / (jumlah siswa total)) x 100%
    = (((40 – (10 + 5)) / 40) x 100%
    = ((25 / 40) x 100%
    = 62,5%

Kesimpulan

Dari artikel ini, kita dapat menyimpulkan bahwa operasi hitung campuran adalah operasi yang menggunakan lebih dari satu jenis operasi hitung, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, atau pangkat. Operasi hitung campuran sering ditemukan dalam soal cerita yang menguji kemampuan kita untuk menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Kita juga dapat menyelesaikan operasi hitung campuran dengan mudah dan cepat dengan menggunakan aturan BODMAS atau BIDMAS yang menunjukkan urutan operasi hitung yang harus kita lakukan terlebih dahulu dalam operasi hitung campuran. Aturan ini adalah Brackets (kurung), Orders (pangkat), Division (pembagian), Multiplication (perkalian), Addition (penjumlahan), dan Subtraction (pengurangan).