15 Soal cara berkembang biak hewan vertebrata,

Hai, Sahabat Insan Pendidikan! Apakah kalian tertarik dengan dunia hewan? Apakah kalian tahu bahwa hewan memiliki berbagai cara untuk berkembang biak dan menghasilkan keturunan? Hewan vertebrata, yaitu hewan yang memiliki tulang belakang, memiliki cara berkembang biak yang beragam dan menarik untuk dipelajari. Dengan mempelajari cara berkembang biak hewan vertebrata, kita bisa mengenal lebih dekat keanekaragaman dan keajaiban makhluk hidup di bumi ini.

Namun, untuk bisa memahami cara berkembang biak hewan vertebrata, kita perlu mengetahui beberapa konsep dasar, seperti jenis kelamin, fertilisasi, perkembangan embrio, metamorfosis, dan vivipar, ovipar, dan ovovivipar. Kita juga perlu mengetahui contoh-contoh hewan vertebrata yang memiliki cara berkembang biak yang berbeda-beda, seperti ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Apakah kalian sudah menguasai semua konsep dan contoh tersebut?

Jika belum, jangan khawatir. Kali ini, kami akan membantu kalian belajar lebih banyak tentang cara berkembang biak hewan vertebrata dengan memberikan 20 soal IPA uraian kelas 8 Bab Cara Berkembang Hewan Vertebrata. Soal-soal ini akan menguji pemahaman kalian tentang materi yang sudah kalian pelajari di sekolah. Kalian bisa mencoba menjawab soal-soal ini dengan menggunakan buku, catatan, atau sumber belajar lainnya. Setelah itu, kalian bisa membandingkan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang kami sediakan di akhir artikel ini.

Berikut adalah 15 soal IPA uraian kelas 8 Bab Cara Berkembang Hewan Vertebrata:

1.  Jelaskan pengertian jenis kelamin pada hewan vertebrata!
2.  Sebutkan dan jelaskan dua jenis fertilisasi pada hewan vertebrata!
3.  Sebutkan dan jelaskan tiga tahap perkembangan embrio pada hewan vertebrata!
4.  Sebutkan dan jelaskan dua jenis metamorfosis pada hewan vertebrata!
5.  Sebutkan dan jelaskan tiga jenis cara melahirkan pada hewan vertebrata!
6.  Jelaskan ciri-ciri dan contoh hewan vertebrata yang bersifat vivipar!
7.  Jelaskan ciri-ciri dan contoh hewan vertebrata yang bersifat ovipar!
8.  Jelaskan ciri-ciri dan contoh hewan vertebrata yang bersifat ovovivipar!
9.  Jelaskan perbedaan antara vivipar dan ovipar pada hewan vertebrata!
10. Jelaskan perbedaan antara ovipar dan ovovivipar pada hewan vertebrata!
11. Jelaskan perbedaan antara ovovivipar dan vivipar pada hewan vertebrata!
12. Jelaskan perbedaan antara fertilisasi internal dan eksternal pada hewan vertebrata!
13. Jelaskan perbedaan antara metamorfosis sempurna dan tidak sempurna pada hewan vertebrata!
14. Jelaskan perbedaan antara perkembangan embrio langsung dan tidak langsung pada hewan vertebrata!
15. Jelaskan perbedaan antara perkembangan embrio intrauterin dan ekstrauterin pada hewan vertebrata!

Berikut adalah 15 jawaban dari soal IPA uraian kelas 8 Bab Cara Berkembang Hewan Vertebrata:

1.  Jenis kelamin pada hewan vertebrata adalah sifat yang menentukan peran reproduksi dari individu dalam suatu spesies. Jenis kelamin pada hewan vertebrata biasanya dibedakan menjadi dua, yaitu jantan dan betina. Jantan adalah individu yang menghasilkan sel kelamin berukuran kecil dan bergerak cepat, yaitu sperma. Betina adalah individu yang menghasilkan sel kelamin berukuran besar dan diam, yaitu ovum atau telur.
2. Dua jenis fertilisasi pada hewan vertebrata adalah:
• Fertilisasi internal: adalah proses penyatuan antara sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh betina. Fertilisasi internal biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang hidup di darat, seperti reptil, burung, dan mamalia. Fertilisasi internal membutuhkan alat kopulasi atau alat kelamin yang bisa memasukkan sperma ke dalam tubuh betina.

• Fertilisasi eksternal: adalah proses penyatuan antara sperma dan ovum yang terjadi di luar tubuh betina. Fertilisasi eksternal biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang hidup di air, seperti ikan dan amfibi. Fertilisasi eksternal membutuhkan lingkungan yang lembab dan basah agar sperma dan ovum bisa bertemu dan bertahan hidup.

3. Tiga tahap perkembangan embrio pada hewan vertebrata adalah:
• Tahap zigot: adalah tahap awal perkembangan embrio yang terjadi setelah fertilisasi. Zigot adalah sel hasil penyatuan antara sperma dan ovum yang memiliki informasi genetik lengkap dari kedua orang tua. Zigot akan terus membelah diri secara mitosis untuk membentuk sel-sel baru yang disebut blastomer.

• Tahap morula: adalah tahap perkembangan embrio yang terjadi setelah zigot membelah diri menjadi sekitar 16 sel. Morula adalah kumpulan sel yang berbentuk bulat seperti buah berry. Morula akan terus membelah diri secara mitosis untuk membentuk sel-sel baru yang disebut blastula.

• Tahap blastula: adalah tahap perkembangan embrio yang terjadi setelah morula membelah diri menjadi sekitar 100 sel. Blastula adalah kumpulan sel yang berbentuk bola berongga dengan dinding sel tipis dan rongga di tengahnya yang disebut blastoseol. Blastula akan mengalami diferensiasi sel untuk membentuk tiga lapisan jaringan embrionik, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

4. Dua jenis metamorfosis pada hewan vertebrata adalah:
• Metamorfosis sempurna: adalah perubahan bentuk tubuh yang drastis dari larva menjadi dewasa dengan melalui tahap pupa atau kepompong. Metamorfosis sempurna biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang termasuk kelas amfibi, seperti katak dan salamander. Metamorfosis sempurna memungkinkan hewan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda antara larva dan dewasa.

• Metamorfosis tidak sempurna: adalah perubahan bentuk tubuh yang bertahap dari larva menjadi dewasa tanpa melalui tahap pupa atau kepompong. Metamorfosis tidak sempurna biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang termasuk kelas ikan, seperti belut dan hiu. Metamorfosis tidak sempurna memungkinkan hewan untuk tetap hidup di lingkungan yang sama antara larva dan dewasa.

5. Tiga jenis cara melahirkan pada hewan vertebrata adalah:
• Vivipar: adalah cara melahirkan yang menghasilkan anak hidup dari rahim induk. Vivipar biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang termasuk kelas mamalia, seperti manusia, sapi, dan kucing. Vivipar memungkinkan induk untuk memberikan nutrisi dan perlindungan kepada anak sejak dalam rahim.

• Ovipar: adalah cara melahirkan yang menghasilkan telur dari tubuh induk. Ovipar biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang termasuk kelas ikan, amfibi, reptil, dan burung, seperti lele, kodok, ular, dan ayam. Ovipar memungkinkan induk untuk menghemat energi dan menghasilkan banyak keturunan sekaligus.

• Ovovivipar: adalah cara melahirkan yang menghasilkan anak hidup dari telur yang ditetaskan di dalam tubuh induk. Ovovivipar biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang termasuk kelas ikan dan reptil, seperti hiu, pari, dan ular piton. Ovovivipar memungkinkan induk untuk memberikan perlindungan kepada anak sejak dalam telur.

6. Ciri-ciri dan contoh hewan vertebrata yang bersifat vivipar adalah:
• Ciri-ciri: memiliki alat kelamin untuk melakukan fertilisasi internal; memiliki plasenta atau ari-ari untuk menghubungkan darah induk dan anak; memiliki payudara atau susu untuk menyusui anak; memiliki rahim atau kandungan untuk menampung anak; memiliki tali pusat untuk menghubungkan anak dengan plasenta.

• Contoh: manusia, sapi, kucing, anjing, gajah, singa, harimau, lumba-lumba, paus, dll.

7. Ciri-ciri dan contoh hewan vertebrata yang bersifat ovipar adalah:
• Ciri-ciri: memiliki alat kelamin untuk melakukan fertilisasi internal atau eksternal; memiliki kulit telur atau cangkang untuk melindungi embrio; memiliki kuning telur atau vitelus untuk memberikan nutrisi kepada embrio; memiliki tempat bertelur atau sarang untuk menaruh telur; memiliki perilaku merawat telur atau inkubasi untuk menjaga suhu dan kelembaban telur.

• Contoh: lele, gurami, nila, kodok, salamander, ular, kadal, biawak, ayam, bebek, angsa, burung merak, dll.

8. Ciri-ciri dan contoh hewan vertebrata yang bersifat ovovivipar adalah:
• Ciri-ciri: memiliki alat kelamin untuk melakukan fertilisasi internal; memiliki kulit telur atau cangkang untuk melindungi embrio; memiliki kuning telur atau vitelus untuk memberikan nutrisi kepada embrio; memiliki oviduk atau saluran telur untuk menampung telur; memiliki proses penetasan telur di dalam tubuh induk sebelum melahirkan anak.

• Contoh: hiu martil, hiu karpet, pari manta, pari bambu, ular piton, ular sanca, ular derik, dll.

9.  Perbedaan antara vivipar dan ovipar pada hewan vertebrata adalah:

• Vivipar adalah hewan vertebrata yang melahirkan anak hidup dari rahim induk, sedangkan ovipar adalah hewan vertebrata yang melahirkan telur dari tubuh induk.

• Vivipar memiliki plasenta atau ari-ari yang menghubungkan darah induk dan anak, sehingga anak bisa mendapatkan nutrisi dan oksigen dari induk. Ovipar tidak memiliki plasenta atau ari-ari, sehingga anak harus mendapatkan nutrisi dan oksigen dari kuning telur atau vitelus yang ada di dalam telur.

• Vivipar memiliki payudara atau susu yang digunakan untuk menyusui anak setelah lahir, sehingga anak bisa mendapatkan nutrisi dan antibodi dari induk. Ovipar tidak memiliki payudara atau susu, sehingga anak harus mencari makanan sendiri setelah menetas dari telur.

• Vivipar memiliki rahim atau kandungan yang digunakan untuk menampung anak selama masa kehamilan, sehingga anak bisa mendapatkan perlindungan dari lingkungan luar. Ovipar tidak memiliki rahim atau kandungan, sehingga telur harus diletakkan di tempat yang aman dan sesuai dengan kondisi lingkungan.

• Vivipar memiliki tali pusat yang digunakan untuk menghubungkan anak dengan plasenta, sehingga anak bisa mendapatkan sirkulasi darah dari induk. Ovipar tidak memiliki tali pusat, sehingga embrio harus memiliki sistem pernapasan sendiri di dalam telur.

10. Perbedaan antara ovipar dan ovovivipar pada hewan vertebrata adalah:

• Ovipar adalah hewan vertebrata yang melahirkan telur dari tubuh induk, sedangkan ovovivipar adalah hewan vertebrata yang melahirkan anak hidup dari telur yang ditetaskan di dalam tubuh induk.

• Ovipar melepaskan telur ke lingkungan luar setelah fertilisasi internal atau eksternal, sehingga telur harus bertahan hidup di luar tubuh induk. Ovovivipar menahan telur di dalam oviduk atau saluran telur setelah fertilisasi internal, sehingga telur tetap berada di dalam tubuh induk sampai siap untuk melahirkan.

• Ovipar tidak memberikan nutrisi tambahan kepada embrio selain dari kuning telur atau vitelus yang ada di dalam telur, sehingga embrio harus mengandalkan cadangan makanan yang terbatas. Ovovivipar bisa memberikan nutrisi tambahan kepada embrio melalui plasenta sekunder atau kelenjar oviduk, sehingga embrio bisa mendapatkan makanan yang lebih banyak.

• Ovipar tidak memberikan perlindungan tambahan kepada telur selain dari kulit telur atau cangkang yang melindungi embrio, sehingga telur rentan terhadap predator dan kondisi lingkungan yang berubah. Ovovivipar memberikan perlindungan tambahan kepada telur dengan menampungnya di dalam tubuh induk, sehingga telur terhindar dari bahaya lingkungan luar.

• Ovipar menghasilkan banyak telur sekaligus dengan ukuran kecil dan kemungkinan hidup rendah, sehingga meningkatkan peluang kelangsungan hidup spesies. Ovovivipar menghasilkan sedikit anak sekaligus dengan ukuran besar dan kemungkinan hidup tinggi, sehingga meningkatkan peluang kelangsungan hidup individu.

.
11.  Perbedaan antara ovovivipar dan vivipar pada hewan vertebrata adalah:

• Ovovivipar adalah hewan vertebrata yang melahirkan anak hidup dari telur yang ditetaskan di dalam tubuh induk, sedangkan vivipar adalah hewan vertebrata yang melahirkan anak hidup dari rahim induk.

• Ovovivipar memiliki telur yang berkulit atau berkerang, sehingga embrio terpisah dari darah induk. Vivipar tidak memiliki telur yang berkulit atau berkerang, sehingga embrio terhubung dengan darah induk melalui plasenta atau ari-ari.

• Ovovivipar memberikan nutrisi kepada embrio melalui kuning telur atau vitelus yang ada di dalam telur, dan kadang-kadang melalui plasenta sekunder atau kelenjar oviduk. Vivipar memberikan nutrisi kepada embrio melalui plasenta atau ari-ari yang menghubungkan darah induk dan anak.

• Ovovivipar menetaskan telur di dalam oviduk atau saluran telur sebelum melahirkan anak, sehingga anak sudah siap untuk hidup mandiri setelah lahir. Vivipar menampung anak di dalam rahim atau kandungan selama masa kehamilan, sehingga anak masih membutuhkan perawatan dan penyusuan setelah lahir.

• Ovovivipar menghasilkan sedikit anak sekaligus dengan ukuran besar dan kemungkinan hidup tinggi, sehingga meningkatkan peluang kelangsungan hidup individu. Vivipar menghasilkan sedikit atau banyak anak sekaligus dengan ukuran kecil atau besar dan kemungkinan hidup bervariasi, sehingga memerlukan strategi adaptasi yang berbeda-beda.

12.  Perbedaan antara fertilisasi internal dan eksternal pada hewan vertebrata adalah:

• Fertilisasi internal adalah proses penyatuan antara sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh betina, sedangkan fertilisasi eksternal adalah proses penyatuan antara sperma dan ovum yang terjadi di luar tubuh betina.

• Fertilisasi internal membutuhkan alat kopulasi atau alat kelamin yang bisa memasukkan sperma ke dalam tubuh betina, sedangkan fertilisasi eksternal tidak membutuhkan alat kopulasi atau alat kelamin, tetapi hanya membutuhkan lingkungan yang lembab dan basah agar sperma dan ovum bisa bertemu dan bertahan hidup.

• Fertilisasi internal menghasilkan sedikit telur atau anak dengan kemungkinan hidup tinggi, sehingga meningkatkan peluang kelangsungan hidup individu. Fertilisasi eksternal menghasilkan banyak telur dengan kemungkinan hidup rendah, sehingga meningkatkan peluang kelangsungan hidup spesies.

• Fertilisasi internal biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang hidup di darat, seperti reptil, burung, dan mamalia. Fertilisasi eksternal biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang hidup di air, seperti ikan dan amfibi.

13.  Perbedaan antara metamorfosis sempurna dan tidak sempurna pada hewan vertebrata adalah:

• Metamorfosis sempurna adalah perubahan bentuk tubuh yang drastis dari larva menjadi dewasa dengan melalui tahap pupa atau kepompong, sedangkan metamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk tubuh yang bertahap dari larva menjadi dewasa tanpa melalui tahap pupa atau kepompong.

• Metamorfosis sempurna membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tahap dewasa, tetapi memiliki bentuk tubuh yang sangat berbeda antara larva dan dewasa, sehingga bisa beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda pula. Metamorfosis tidak sempurna membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai tahap dewasa, tetapi memiliki bentuk tubuh yang mirip antara larva dan dewasa, sehingga tetap hidup di lingkungan yang sama.

• Metamorfosis sempurna biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang termasuk kelas amfibi, seperti katak dan salamander. Metamorfosis tidak sempurna biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang termasuk kelas ikan, seperti belut dan hiu.

14. Perbedaan antara perkembangan embrio langsung dan tidak langsung pada hewan vertebrata adalah:

• Perkembangan embrio langsung adalah perkembangan embrio yang tidak melalui tahap larva, tetapi langsung menjadi bentuk miniatur dari dewasa. Perkembangan embrio tidak langsung adalah perkembangan embrio yang melalui tahap larva, yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda dari dewasa.

• Perkembangan embrio langsung membutuhkan nutrisi dan perlindungan yang lebih banyak dari induk, tetapi memiliki kemampuan untuk hidup mandiri sejak lahir atau menetas. Perkembangan embrio tidak langsung membutuhkan nutrisi dan perlindungan yang lebih sedikit dari induk, tetapi harus mengalami metamorfosis untuk mencapai tahap dewasa.

• Perkembangan embrio langsung biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang bersifat vivipar atau ovovivipar, seperti mamalia, reptil, dan sebagian ikan. Perkembangan embrio tidak langsung biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang bersifat ovipar atau sebagian ovovivipar, seperti amfibi, burung, dan sebagian ikan.

15. Perbedaan antara perkembangan embrio intrauterin dan ekstrauterin pada hewan vertebrata adalah:

• Perkembangan embrio intrauterin adalah perkembangan embrio yang terjadi di dalam rahim atau kandungan induk, sedangkan perkembangan embrio ekstrauterin adalah perkembangan embrio yang terjadi di luar rahim atau kandungan induk.

• Perkembangan embrio intrauterin membutuhkan plasenta atau ari-ari yang menghubungkan darah induk dan anak, sehingga anak bisa mendapatkan nutrisi, oksigen, dan hormon dari induk. Perkembangan embrio ekstrauterin tidak membutuhkan plasenta atau ari-ari, sehingga anak harus mendapatkan nutrisi, oksigen, dan hormon dari kuning telur atau vitelus yang ada di dalam telur.

• Perkembangan embrio intrauterin membutuhkan rahim atau kandungan yang digunakan untuk menampung anak selama masa kehamilan, sehingga anak bisa mendapatkan perlindungan dari lingkungan luar. Perkembangan embrio ekstrauterin tidak membutuhkan rahim atau kandungan, sehingga telur harus diletakkan di tempat yang aman dan sesuai dengan kondisi lingkungan.

• Perkembangan embrio intrauterin biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang bersifat vivipar, seperti mamalia. Perkembangan embrio ekstrauterin biasanya dilakukan oleh hewan vertebrata yang bersifat ovipar atau ovovivipar, seperti ikan, amfibi, reptil, dan burung.